Buka Workshop Youth Creative 2026, Plt Wali Kota Harap Pelaku Ekraf Makin Inovatif dan Kolaboratif

Redaksi | News
oleh

Madiun.Kliksurabaya– Pemerintah Kota Madiun terus mendorong tumbuhnya ekosistem ekonomi kreatif yang digerakkan oleh generasi muda. Komitmen tersebut ditegaskan Plt Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun saat membuka Workshop Pengembangan Ekonomi Kreatif Youth Creative 2026.

Di hadapan para pelaku ekonomi kreatif, Bagus mengajak anak-anak muda untuk berani menunjukkan kemampuan dan terus mengikuti perkembangan zaman. Menurutnya, persaingan saat ini semakin ketat sehingga kreativitas dan kemampuan berkolaborasi menjadi kunci untuk tetap relevan.

“Hari ini kalau kita tidak bisa menunjukkan bahwa kita mampu, maka kita akan ketinggalan. Teman-teman kreatif harus belajar kolaborasi dan terus mengikuti perkembangan yang ada,” ujarnya, Senin (22/6).

Bagus menegaskan, Pemerintah Kota Madiun memberikan kepercayaan besar kepada generasi muda untuk membangun ekosistem ekonomi kreatif. Berbagai program yang telah dijalankan, seperti penggunaan video mapping saat perayaan malam tahun baru hingga peluncuran maskot kota, merupakan bagian dari upaya memancing munculnya kreativitas anak-anak muda.

“Kami mempercayakan ekosistem kreatif ini kepada teman-teman muda. Ini saatnya teman-teman unjuk gigi menjadi partner Pemkot. Saya memberi ruang seluas-luasnya untuk teman-teman membangun ekosistem ini dan berkarya,” katanya.

Sebagai bentuk dukungan, Pemkot Madiun juga telah menyiapkan sejumlah ruang yang dapat dimanfaatkan komunitas kreatif untuk berkolaborasi dan mengembangkan ide-ide baru. Salah satunya adalah ruang di lantai dua kawasan Sumber Wangi (Sleko) yang disiapkan sebagai wadah bagi pelaku ekonomi kreatif.

“Kalau teman-teman ingin punya ruang untuk berkumpul dan mengembangkan komunitas, tempatnya sudah kami siapkan. Tinggal bagaimana kesempatan ini dimanfaatkan sebaik-baiknya,” tutur Bagus.

Ia berharap melalui forum tersebut terjalin komunikasi yang lebih erat antara pemerintah dan pelaku ekonomi kreatif. Menurutnya, ide dan gagasan kreatif merupakan aset yang tidak bisa diduplikasi dan sangat dibutuhkan untuk mendukung pembangunan daerah.

“Saya ingin bertemu langsung dengan teman-teman kreatif agar Pemkot bisa mengetahui apa yang dibutuhkan pelaku ekraf dan sebaliknya teman-teman juga memahami harapan pemerintah. Pemkot tidak hanya memfasilitasi, tetapi menjadi partner. Dengan begitu kita bisa sama-sama membangun dan memiliki Kota Madiun,” pungkasnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.