Jangan Mabuk Pujian, Pemkot Madiun Dituntut Buktikan Target Kota Kreatif 2029

Redaksi | News
oleh

MADIUN.KLIKSURABAYA.CO.ID-Pujian yang dilontarkan oleh Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, di ajang Sarasehan Kemerdekaan Pawitandirogo pada Jumat (21/8) lalu ibarat gemuruh tepuk tangan di akhir sebuah pertunjukan teater. Kota Madiun sukses menempatkan diri di bawah lampu sorot utama. Sang Menteri secara khusus mengapresiasi manuver Plt Wali Kota Madiun, F. Bagus Panuntun, yang dinilai berhasil menghidupkan ekosistem kreatif daerah. Apresiasi ini merujuk pada sederet gebrakan perayaan Hari Jadi ke-108 Kota Madiun, mulai dari pertunjukan video mapping “Padang Mbranang”, atraksi drone show, hingga langkah taktis menyulap lantai dua Pasar Sleko menjadi Sleko Youth Creative Market.

Berbekal rentetan portofolio mentereng tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun pun dengan percaya diri mematok target besar menjadikan Madiun sebagai “Kota Kreatif” pada 2029.

Kita tentu patut memberikan penghormatan atas inisiatif tersebut. Namun, bagi kita yang terbiasa membedah siklus kebijakan publik, euforia seremonial semacam ini sering kali meninggalkan satu pertanyaan krusial, apa yang terjadi setelah lampu panggung dimatikan? Pertunjukan megah seperti video mapping dan drone show pada dasarnya hanyalah sebuah panggung acara.

Ketika drone kembali mendarat, nasib para kreator, animator, dan seniman lokal penopangnya kerap kali kembali terlunta-lunta tanpa pembinaan yang berkesinambungan. Begitu pula dengan renovasi Pasar Sleko.

Menyiapkan ruang tongkrongan fisik barulah langkah awal. Jika tidak diimbangi dengan program inkubasi bisnis, akses pendanaan, dan perlindungan hak kekayaan intelektual di dalamnya, fasilitas mentereng itu perlahan hanya akan menjadi sekadar pasar biasa yang berganti nama.

Tantangan ini menjadi semakin berat dan mendesak jika kita melihat iming-iming yang dilontarkan pemerintah pusat untuk kawasan Pawitandirogo.

Di panggung yang sama, Menteri Ekraf menjanjikan kucuran program “Aktivasi Desa Kreatif” yang akan dieksekusi pada semester kedua tahun 2026 ini. Artinya, waktunya tinggal menghitung bulan.(***)

No More Posts Available.

No more pages to load.