Plt Wali Kota Madiun Ikuti Rakor Pengendalian Alih Fungsi Lahan Sawah Provinsi Jawa Timur, Bentuk Sinergi Penanganan Masalah Lahan Produktif

Redaksi | News
oleh

Lahan produktif wajib untuk senantiasa dijaga. Bagaimana tidak, lahan produktif ujung tombak ketahanan pangan di tanah air. Saat lahan produktif seperti sawah terus berkurang, produksi pangan juga bakal semakin tergerus.

Hal itu tentu butuh kepedulian dan peran bersama. Karenanya, rapat koordinasi antar pemerintah pun digelar. Rakor Pengendalian Alih Fungsi Lahan Sawah Provinsi Jawa Timur tersebut mengemuka, Senin (18/5). Berlangsung di Sheraton Surabaya Hotel & Towers, rakor dihadiri Direktur Jenderal Pengendalian dan Penertiban Tanah dan Ruang Kementerian Agraria dan Tata Ruang/ Badan Pertanahan Nasional RI, Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi Jawa Timur, pejabat terkait Provinsi Jawa Timur, serta seluruh kepala daerah Kabupaten dan Kota di Jawa Timur. Tak terkecuali Plt Wali Kota Madiun F bagus Panuntun. Rakor ini sekaligus bentuk sinergi penanganan permasalahan lahan produktif khususnya di wilayah Jawa Timur.

Kehadiran Plt wali kota merupakan bentuk dukungan akan program pemerintah pusat khususnya dari bidang pertanahan tersebut. Lahan produktif memang memegang peran penting dalam sektor pangan nasional. Tak hanya itu, sektor ini juga menjadi roda penggerak ekonomi melalui penyediaan lapangan kerja, serta penyumbang devisa negara. Namun, sektor ini juga dihadapkan pada tantangan besar seperti ketimpangan kepemilikan lahan dan alih fungsi lahan.

Karenanya, butuh peran bersama untuk menjaga lahan produktif di daerah. Namun, tentu tidak mudah. Apalagi di wilayah perkotaan dengan keterbatasan wilayah seperti Kota Madiun. Kota Pendekar hanya memiliki luasan wilayah 36,12 kilometer persegi. Sementara masyarakat tentunya juga membutuhkan ketersediaan tempat tinggal, usaha, dan produksi, dan lain sebagainya.

Tak ayal, luasan lahan pertanian di Kota Madiun juga tak besar. Data Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Madiun mencatat, luas lahan pertanian di Kota Madiun saat ini mencapai 859,27 hektare. Dari luasan ini hasil produksi padi di wilayah setempat, rata-rata mencapai sekitar 11.000 ton per tahun. Untuk meningkatkan produktifitas, Pemkot Madiun juga memberikan bantuan pupuk hingga asuransi saat mengalami gagal panen.