Sederet Agenda Siap Ramaikan Kota Madiun, Plt Wali Kota Tekankan Konsep Event Harus Kuat dan Punya Cerita

Redaksi | News
oleh

Madiun.kliksurabaya.co.id – Beragam agenda bakal meramaikan Kota Madiun sepanjang Agustus hingga September 2026. Rangkaian kegiatan tersebut dibahas Plt Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun bersama jajaran Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disbudparpora) Kota Madiun di Balai Kota, Senin (10/8).

Sejumlah agenda pun mengemuka meliputi malam kenegaraan 17 Agustus, karnaval sepeda hias, Grebeg Maulud, Madiun Menari, Madiun Melukis, hingga Kejuaraan Barongsai dan Tarian Naga. Pembahasan mencakup konsep, alur kegiatan, hingga teknis pelaksanaan agar setiap event berjalan optimal dan memberikan pengalaman menarik bagi masyarakat.

Plt wali kota menekankan, setiap event tidak boleh sekadar menjadi kegiatan seremonial. Konsep acara dan kondisi di lapangan harus dipersiapkan secara matang, termasuk membangun suasana yang mampu membuat masyarakat menikmati rangkaian kegiatan.

“Event jangan asal. Kondisi di lapangan harus dipikirkan karena tamu yang datang tidak sama. Jadi acara harus benar-benar dipikirkan agar tidak membosankan. Event harus main rasa dan membangun cerita bagi orang yang datang,” tegasnya.

Seperti halnya malam kenegaraan pada 17 Agustus. Plt wali kota meminta rangkaian acara tetap berkaitan dengan momentum kemerdekaan, dan setiap pertunjukan juga harus memiliki keterkaitan dengan tema yang diusung.

Berikutnya, karnaval sepeda hias dijadwalkan pada 22 Agustus dengan peserta dari jenjang SD hingga SMA. Sekitar 120 grup akan ambil bagian dalam acara ini. Mengusung tema nasional, kegiatan ini diarahkan Plt wali kota menjadi ruang kreativitas pelajar sekaligus mendorong kolaborasi antara guru dan siswa.

“Saya ingin sepeda hias menjadi bagian dari kreativitas. Sekolah-sekolah boleh menampilkan apa pun. Saya ingin dari guru sampai murid semua berkolaborasi,” ujarnya.

Setelah itu, Grebeg Maulud Nabi Muhammad SAW 1448 H/2026 M dijadwalkan pada 24–25 Agustus yang akan digelar di empat tempat yaitu Masjid Kuncen, Masjid Taman, depan Balai Kota Madiun, dan Alun-Alun Kota Madiun. Kegiatan tersebut diharapkan menjadi momentum menghidupkan kembali tradisi sekaligus menjunjung tinggi nilai budaya dan warisan leluhur.

Tak hanya itu, Plt wali kota meminta publikasi kegiatan digencarkan agar masyarakat mengetahui kegiatan tersebut. Ia juga menekankan pentingnya kesiapan teknis sejak awal, termasuk penataan layout dan antisipasi kepadatan di setiap lokasi agar pelaksanaan berjalan tertib dan nyaman.

Rangkaian kegiatan kemudian berlanjut dengan Madiun Menari pada 29 Agustus. Kegiatan tersebut akan dikemas dengan konsep car free night agar lebih santai dan membuka ruang partisipasi masyarakat secara luas. Plt wali kota berharap Madiun Menari dapat dikembangkan menjadi agenda rutin dengan konsep yang terus diperbarui.

Acara kemudian dilanjut Madiun Melukis dijadwalkan pada 30 Agustus dengan melibatkan tujuh sanggar dan sekitar 300 peserta.Sementara itu, Kejuaraan Barongsai dan Tarian Naga direncanakan berlangsung pada September dengan beberapa kategori dan diikuti peserta dari berbagai kota.

Melalui rangkaian agenda tersebut, Plt wali kota berharap event di Kota Madiun tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga menjadi ruang kreativitas, interaksi, dan partisipasi masyarakat. Berbagai kegiatan juga diharapkan mampu menghidupkan aktivitas ekonomi sekaligus memberi ruang bagi pelaku UMKM untuk ikut bergerak. Dengan konsep yang kuat dan cerita yang jelas, setiap event diharapkan mampu memberikan pengalaman menarik bagi masyarakat sekaligus semakin memperkuat daya tarik Kota Madiun.(***)

No More Posts Available.

No more pages to load.