MADIUN.KLIKSURABAYA.CO.ID – Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bukan hanya menjadi ajang mengenalkan lingkungan sekolah kepada peserta didik baru, tetapi juga momentum menanamkan pendidikan karakter sejak dini. Hal tersebut disampaikan Plt Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun saat menjadi narasumber dalam kegiatan MPLS di SMP Negeri 7 Kota Madiun, Kamis (16/7).
Kedatangan Plt wali kota disambut hangat oleh para guru dan siswa melalui beragam penampilan ekstrakurikuler, mulai dari Pramuka, atraksi seni bela diri, hingga pameran karya siswa. Berbagai produk olahan hasil budidaya tanaman sekolah, seperti singkong dan bunga telang, turut dipamerkan sebagai wujud kreativitas sekaligus pembelajaran kewirausahaan.
Plt wali kota juga mengunjungi workshop batik unggulan SMP Negeri 7, Larmerak 7, yang menampilkan karya batik jumputan, batik cap, dan batik ciprat hasil kreativitas siswa. Pada kesempatan tersebut, ia turut mencoba membatik menggunakan teknik cap serta membuat batik ciprat.
Saat menyampaikan materi, Plt wali kota menekankan pentingnya menanamkan budaya antikorupsi sejak usia sekolah. Menurutnya, integritas dibangun melalui kebiasaan-kebiasaan sederhana yang dilakukan setiap hari, dimulai dari sikap jujur dan bertanggung jawab.
“Kejujuran adalah modal utama dalam kehidupan. Berani mengakui kesalahan bukan tanda kelemahan, justru itu menunjukkan seseorang memiliki tanggung jawab dan integritas. Nilai-nilai seperti inilah yang harus dibiasakan sejak masih duduk di bangku sekolah,” ujarnya.
Selain menanamkan nilai kejujuran, Plt Wali Kota juga memotivasi para siswa untuk berani memiliki cita-cita. Menurutnya, tujuan yang jelas akan menjadi penyemangat untuk terus belajar, berprestasi, dan mengembangkan potensi diri.
“Jangan pernah takut bermimpi setinggi mungkin. Ketika kalian punya tujuan yang jelas, kalian akan lebih semangat belajar, disiplin, dan terus berusaha menjadi pribadi yang lebih baik setiap harinya,” tuturnya.
Pada kesempatan tersebut, Plt wali kota juga mengajak para siswa memanfaatkan gawai secara bijak sebagai sarana belajar dan mengembangkan potensi. Ia sekaligus mengingatkan gerakan pembatasan penggunaan gawai pada pukul 18.00 hingga 21.00 WIB agar waktu tersebut dimanfaatkan untuk belajar, beribadah, serta mempererat kebersamaan bersama keluarga.
Melalui kegiatan MPLS ini, Pemerintah Kota Madiun berharap peserta didik baru tidak hanya mampu beradaptasi dengan lingkungan sekolah, tetapi juga tumbuh menjadi generasi yang jujur, berintegritas, berprestasi, dan berkarakter sebagai bekal membangun masa depan generasi emas 2045.







